Latihan psikotes kerja
Ditinjau 24 September 2026
Psikotes dalam seleksi kerja biasanya menggabungkan beberapa tes. Tiga yang paling sering muncul untuk mengukur kemampuan berpikir dan cara kerja adalah tes logika, tes numerik, dan tes Kraepelin (tes koran).
Tes yang bisa dilatih di sini
- Tes Logika — deret angka, analogi, silogisme, deret huruf, sinonim & antonim, penalaran analitis
- Tes Numerik — aritmetika, persentase, perbandingan, jarak, kecepatan & waktu, untung, rugi & diskon, pekerjaan bersama, pecahan & desimal
- Tes Kraepelin — menjumlahkan angka per lajur dengan waktu per lajur
Tes lain yang sering ikut dalam psikotes — misalnya tes menggambar orang atau pohon, Wartegg, dan tes kepribadian — tidak punya jawaban benar-salah, jadi tidak dilatih di sini.
Kenapa waktu lebih menentukan daripada tingkat kesulitan
Soal logika dan numerik dalam psikotes kerja jarang sulit; yang membuat skor jatuh adalah waktu yang habis. Karena itu berlatihlah dengan pengatur waktu, baca pembahasan untuk soal yang salah dan yang benar karena menebak, lalu ulangi bentuk soal yang paling lambat kamu kerjakan.
Contoh soal
Lanjutkan deret: 2, 5, 10, 17, 26, ...?
- A. 36
- B. 37
- C. 35
- D. 38
- E. 39
Perhatikan selisih antar suku: 3, 5, 7, 9, ... selisihnya sendiri naik 2.
- Selisih: 5-2=3, 10-5=5, 17-10=7, 26-17=9
- Selisih berikutnya = 11
- 26 + 11 = 37
Hasil dari 45 + 27 × 3 = ?
- A. 216
- B. 108
- C. 154
- D. 99
- E. 126
Kerjakan perkalian dulu, baru penjumlahan.
- 27 × 3 = 81
- 45 + 81 = 126
Simulasi bertimer, bukan daftar soal. Tes Logika dan Tes Numerik masing-masing 20 soal dalam 20 menit, diambil acak sehingga susunannya berbeda tiap kali mengulang, lalu tiap soal dibahas langkah demi langkah. Tes Kraepelin dikerjakan di layar dengan waktu per lajur sungguhan. Soal contoh beserta pembahasannya bisa dicoba gratis di beranda, tanpa daftar.